Banyak istilah buat nyebut sahabat yang
berkhianat, ada teman makan teman, pagar makan tanaman, musuh dalam selimut, back
stabber, musang berbulu domba, pren makan pren, dan semua hal yang
menyangkut pengkhianatan.
Sedih, jengkel, marah campur aduk jadi satu
rasanya. Nggak pengen lagi bersahabat bahkan kalau perlu jangan sampai melihat
mukanya lagi. Sebenarnya apa aja sih tingkah laku yang termasuk mengkhianati
sahabat?
Musang Berbulu Domba
Istilah ini sering dipakai untuk sahabat yang
dari awal pengen banget menang dari kamu. Apa pun mau dilakukannya untuk
mengalahkanmu termasuk bermuka manis dan bersahabat baik denganmu. Dia
memanfaatkan kebaikanmu untuk mendapatkan keuntungan diri.
Ciri-cirinya:
-
Sama kamu sih ngomongnya A.
Eh… tahu-tahu, di depan orang lain dia ngomong B dan bahkan ditambah-tambahi
dengan “bumbu” jelek.
-
Ngakunya sih sahabat baik,
tapi waktu susah, kemana aja?
-
Pintar memanfaatkan
kelebihan dan kelemahanmu.
-
Bermulut manis dan pintar
memanfaatkan situasi untuk kepentingannya sendiri.
Musuh dalam Selimut
Awalnya dia adalah sahabat yang baik dan loyal
banget sama persahabatan yang dimiliki. Tapi pengalaman buruk dengan sikap
kasarmu bikin dia kapok dan super sakit hati. Akhirnya jadilah dia pengen
membalas dendam.
Ciri-cirinya:
-
Tanpa sadar, udah memendam
dendam akibat perilakumu yang ternyata bikin dia sakit hati.
-
Bersekongkol dengan orang
lain di belakangmu untuk menjatuhkanmu.
-
Beberapa hari ini bersikap
baik dan cuek yang berlebihan sekaligus terhadapmu.
-
Belakangan punya teman
dekat baru dan sering banget jalan di belakangmu.
-
Mengorek semua informasi
detil tentangmu.
Back Stabber
Sahabat jenis ini nggak pernah puas atas apa
yang dimiliki. Sebenarnya dia sahabat yang baik sekaligus rival atau lawan yang
baik juga. Sayangnya potensi sahabat kurang ditumbuhkan, dan jadilah sifat
bersaing yang berlebihan muncul.
Ciri-cirinya:
-
Selalu merasa iri kalau
kamu mendapat kesempatan emas dan menjegal semua langkah yang kamu buat.
-
Sikapnya langsung
bermusuhan di depan mukamu secara tiba-tiba.
-
Berkoar-koar soal
kejelekanmu di depan umum.
-
Selalu menjatuhkanmu dan
tertawa senang melihat kamu sedih.
-
Setiap kali kamu dapat
nilai lebih bagus, dia selalu menanyakan “Kok bisa sih?”
Teman Makan Teman
Istilah ini cenderung dipakai untuk sahabat yang
merebut pacar sahabatnya sendiri. Walaupun nggak ada kata selingkuh, tapi tetap
aja yang namanya sahabat seharusnya nggak flirting pacar sahabatnya. Itu
sama aja membuat patah hati teman sendiri.
Ciri-cirinya:
-
Selalu mencuri resep
rahasiamu. Misalnya nih, cara kamu berdandan, cara berpakaian bahkan cari cowok
yang setipe denganmu. Sampai-sampai kamu dibilang copycat-nya dia.
-
Tiba-tiba dia jadi sok
akrab sama cowokmu bahkan rela meneleponnya lama banget alias sok care.
-
Menemukan sms mesra di handphone-nya
untuk cowokmu.
-
Menjatuhkan imagemu di
depan cowokmu sendiri.
-
Bersikap manis untuk
menutupi perilaku buruknya terhadapmu.
-
Terang-terangan mencari
simpati cowokmu biar jadi miliknya.
Kalau kamu jadi pihak pengkhianat
Ada cara untuk memperbaiki kesalahan yang udah
kamu perbuat terhadap sahabatmu sendiri.
- Menyadari
kalau tindakanmu itu salah dan membuat sahabatmu sedih. Kadangkala ada
orang yang nggak sadar kalau dia udah melakukan kesalahan fatal.
- Meminta
maaf dengan cara apa pun. Mungkin dengan kata-kata aja nggak bakal
diterima oleh sahabatmu. Coba kirim bunga, boneka yang bisa bilang “Maaf”
atau benda favoritnya.
- Ketemu
empat mata alias langsung dengan sahabatmu.
- Kalau
susah banget ketemu sama sahabatmu, ajak “penengah” yang bisa membantu
kalian untuk berdamai.
- Minta
waktu selama 5 menit untuk menyatakan penyesalanmu.
- Minta
sahabat mengajukan persyaratan damai biar kalian bisa akur lagi. Misalnya,
jangan mengirim sms ke cowokmu lagi, kalau dilanggar, kalian nggak akan
bisa bersahabat lagi selamanya.
- Minta
tenggat waktu alias deadline untuk melakukan persyaratan itu.
- Tepati
semua janjimu untuk sahabat. Minimal jangan mengingkari syarat perdamaian
yang udah disepakati sebelumnya.
Kalau kamu dikhianati
Marah, jengkel, sakit hati sekaligus sedih
campur aduk jadi satu saat tahu sahabat terbaikmu menusuk dari belakang. Tapi
siapa sih yang nggak kangen sama masa-masa indah persahabatan dulu?
- Mungkin
kamu perlu waktu beberapa saat untuk menenangkan diri. Fungsinya, biar
kamu nggak langsung mukulin dia saat ketemu pas jam istirahat. Waktu akan
menyembuhkan semuanya.
- Setiap
orang berhak untuk kesempatan kedua, kenapa dia nggak?
- Setiap
orang berhak dan wajib dimaafkan, apalagi kalau dia udah menunjukkan
penyesalannya.
- Ajukan
syarat perdamaian pada si pengkhianat, biar kamu tahu persahabatan kalian
nggak bisa dipandang remeh. Tindakan ini juga berguna untuk mengetahui
sejauh apa dia menghargai kamu dan persahabatan kalian.
- Beri
dia tenggat waktu untuk melaksanakan semua janjinya ke kamu.
- Kalau
masih emosi waktu kamu melihatnya, seenggaknya beri kesempatan dia untuk
menjelaskan perasaannya lewat telepon.
- Kalau
ternyata sahabatmu masih juga menusukmu dari belakang, lebih baik jauhi
dia. Dia bukan sahabat yang baik buat kamu terutama karena dia udah nggak
menghargai persahabatan kalian lagi.
Bersahabat tanpa berantem kayak sambal tanpa
cabe. Nggak akan “nendang”. Tapi ada batas-batas tertentu kamu atau dia nggak
bisa bersahabat lagi.
-
Dia melanggar janji dan
kesempatan kedua yang udah kamu berikan.
-
Dia udah kamu maafkan tapi
sikapnya masih sama aja.
-
Dia udah melibatkan
keluarga dan harga dirimu sendiri.
Nah… sekarang, coba evaluasi
dirimu dan persahabatanmu. Apakah kalian bersahabat hanya take for granted
aja atau benar-benar take and give?